Now Playing Tracks

Hidup Dengan Diri Sendiri

Suatu hari, saya pernah berpikir (kesannya saya jarang2 mikir). Sebenarnya, saya itu seperti apa ya di mata orang lain? Memang sih, sudah sering saya menerima testimoni dari teman-teman terkait diri saya. Tapi, kadang saya merasa itu belum seluruhnya mewakili perasaan orang lain terhadap saya. Lalu saya berpikir, bagaimana ya caranya saya tau sebenarnya saya itu seperti apa sih?


Kemudian, saya membayangkan. Saya membayangkan saya hidup di suatu kota, dimana di kota tersebut saya hidup, bertetangga, berteman, dan bergaul dengan diri saya sendiri. Jadi, dalam bayangan saya semua orang di sekitar saya akan sama persis seperti saya. Ya, ini seperti dalam kartun Spongebob Squarepants dalam adegan Squidward hidup di kota yang isinya Squidward semua.


Saya terus membayangkan. Hmmm…kota itu akan jadi seperti apa ya? Dalam bayangan saya, saya akan pusing berada di kota itu. Kenapa? Karena kota itu akan sangat berisik. Hahahaha…. Saya membayangkan di stasiun, di halte, di dalam bis, di mana-mana, pasti akan ribut suara orang ngobrol. Hihihi….itu karena refleksi saya akan diri saya sendiri.


Lalu ketika di jalan-jalan, saya akan melihat semua orang jalan menunduk, bukan menjaga pandangan, namun sibuk dengan HP masing-masing. Ugh…menyebalkan juga ya ternyata melihat pemandangan seperti itu. Kemudian, setiap rumah akan sepi dari penghuninya, karena penghuninya akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Hmm…


Kemudian pertanyaan saya menjadi bertambah. Lalu, apakah saya akan betah tinggal di kota itu? Saya khawatir jawaban saya adalah sama sekali tidak betah. Maka apakah itu berarti saya sudah mulai bisa menangkap seperti apakah diri saya sebenarnya di mata orang lain? Bila saya sendiri saja tidak betah hidup dengan sifat-sifat diri sendiri, bagaimana dengan orang lain?


Setelah itu bayangan saya membawa saya pada sebuah proses introspeksi. Berarti, mungkin ada yang salah apabila saya sendiri mulai tidak betah tinggal di kota tersebut. Mungkin saya harus lebih banyak mengeksplor mengapa saya tidak suka ada di kota tersebut, karena berarti disitulah pula letak ketidaksukaan orang lain pada saya.


Namun, kemudian bayangan saya membawa saya pada suatu kesimpulan lagi,

kita membutuhkan orang lain dengan berbagai macam karakter di dalam hidup kita.


Saya menjadi yakin, setiap dari kita tidak ada yang betah hidup di kota tersebut,

mungkin ada yang kotanya akan seperti kuburan, karena semua penduduknya diam-diam saja.

mungkin ada yang kotanya damai-sejahtera, adem-ayem, tapi tidak bergairah, semuanya flat.

mungkin ada yang kotanya setiap hari akan penuh permusuhan, karena penduduknya terlalu egois dan sulit mengalah.

dan sebagainya.


Akan seperti apa kota-mu?

Seperti apapun, saya yakin kita akan lebih menyukai dunia dimana kita hidup sekarang.

Dunia dengan banyak perbedaan diantara manusia nya, tapi disitulah indahnya.


Maka dengan satu bayangan tadi, saya mendapatkan dua kesimpulan:

* Bila ingin mengetahui apa yang orang lain tidak sukai dari kita, bayangkanlah kita berinteraksi dengan diri sendiri

* Hargailah setiap manusia dengan karakternya masing2, se-menyebalkan atau se-tidakmenyenangkan apapun itu, karena itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna.

(^_^)

We make Tumblr themes